Stress testing Performa Website Menggunakan Apache Bench di Linux Debian/Ubuntu
Pengantar
Dalam pengelolaan website, performa server adalah salah satu faktor paling krusial. Website yang lambat atau tidak sanggup menangani banyak pengunjung bisa menyebabkan downtime, kehilangan trafik, bahkan menurunkan kepercayaan pengguna.
Salah satu cara sederhana namun efektif untuk menguji kemampuan website adalah dengan melakukan stress testing menggunakan Apache Bench (ab). Tool ini ringan, cepat, dan sudah tersedia di repository resmi Linux Debian dan Ubuntu.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara melakukan stress testing website menggunakan Apache Bench, mulai dari pengenalan hingga membaca hasil pengujiannya.
Apa Itu Apache Bench (ab)?
Apache Bench atau biasa disingkat ab adalah tool command line yang digunakan untuk menguji performa web server dengan mengirim banyak request secara bersamaan.
Apache Bench sering digunakan untuk:
- Mengukur kemampuan server menangani trafik tinggi
- Mengetahui response time website
- Menguji konfigurasi web server (Nginx, Apache, LiteSpeed, dll)
- Melakukan simulasi beban sebelum website go live
Walaupun namanya Apache Bench, tool ini bisa digunakan untuk semua web server, bukan hanya Apache.
Kapan Perlu Melakukan Stress Testing Website?
Stress testing sebaiknya dilakukan saat:
- Setelah install atau migrasi server
- Setelah optimasi Nginx, Apache, atau PHP-FPM
- Sebelum website ramai pengunjung
- Setelah memasang cache atau CDN
- Saat website sering lambat atau error 503
Dengan stress testing, kamu bisa mengetahui batas kemampuan server sebelum benar-benar down.
Install Apache Bench di Debian / Ubuntu
Pada Debian dan Ubuntu, Apache Bench berada dalam paket apache2-utils.
- Install Apache Bench
Gunakan perintah berikut:
sudo apt update sudo apt install apache2-utils -y - Cek apakah Apache Bench sudah terpasang
ab -VOutput:
root@lab:~# ab -V This is ApacheBench, Version 2.3 <$Revision: 1903618 $> Copyright 1996 Adam Twiss, Zeus Technology Ltd, http://www.zeustech.net/ Licensed to The Apache Software Foundation, http://www.apache.org/Jika muncul versi Apache Bench, berarti instalasi berhasil.
Perintah Dasar Apache Bench
Format dasar perintah Apache Bench:
ab -n jumlah_request -c jumlah_concurrent URL
Penjelasan singkat:
-
- -n : Total request yang dikirim
- -c : Jumlah request yang dikirim bersamaan (concurrent)
- URL : Alamat website yang diuji
Contoh Stress Testing Website dengan Apache Bench
- Test Sederhana (100 Request)
ab -n 100 -c 10 https://example.com/Artinya:
- Total 100 request
- 10 request dikirim secara bersamaan
Cocok untuk test awal atau server kecil.
- Test Beban Menengah
ab -n 1000 -c 50 https://example.com/Artinya:
- Total 1000 request
- 50 user bersamaan
Biasanya digunakan untuk website dengan trafik harian menengah.
- Stress Test Berat
ab -n 5000 -c 200 https://example.com/Catatan : Gunakan ini dengan hati-hati, terutama jika server masih kecil, karena bisa menyebabkan website error sementara.
Contoh Hasil Apache Bench dan Cara Membacanya
- Setelah menjalankan perintah, Apache Bench akan menampilkan output seperti ini (ringkas):
Requests per second: 120.45 [#/sec] Time per request: 830.12 [ms] Failed requests: 0 Non-2xx responses: 5Penjelasan
-
Requests per Second (RPS)
Menunjukkan berapa request yang mampu ditangani server per detik.- Semakin tinggi berarti semakin baik
- Server kecil: 50 – 200 RPS
- VPS menengah: 300 – 1000 RPS
-
Time per Request
Waktu rata-rata server merespon satu request.- 500 ms → sangat baik
- 500 1000 ms → masih aman
- 1000 ms → perlu optimasi
-
Failed Requests
Jika bernilai 0, artinya semua request berhasil.
Jika ada angka selain 0, bisa menandakan:- Server overload
- PHP-FPM limit tercapai
- Konfigurasi web server kurang optimal
-
Non-2xx Responses
Menunjukkan jumlah response error seperti 403, 429, atau 503.
Sedikit error masih wajar saat stress test, tapi jika terlalu banyak, berarti server tidak kuat.
-
Tips Aman Menggunakan Apache Bench
- Jangan stress test server produksi saat jam ramai
- Mulai dari request kecil, lalu naikkan bertahap
- Pantau resource server dengan htop atau top
- Perhatikan log error Nginx atau Apache
Kesimpulan
Apache Bench adalah tool sederhana namun sangat powerful untuk melakukan stress testing performa website di Linux Debian dan Ubuntu. Dengan memahami hasil pengujiannya, kamu dapat mengetahui seberapa kuat server dalam menangani trafik, kapan server mulai mengalami overload, serta apakah konfigurasi web server yang digunakan sudah optimal. Melakukan stress testing secara berkala juga sangat membantu dalam menjaga performa website agar tetap cepat, stabil, dan siap menghadapi lonjakan pengunjung kapan saja.


